Menyediakan pelatihan motivasi spiritual, pendampingan, e-book dan konsultasi pemberdayaan diri Islam, WA/CALL 087823659247

e-Book Munir Hsan Basri

e-Book Munir Hsan Basri

Kamis, Februari 26, 2026

Menunda salat dan bersembunyi dibalik salat

 Semangat pagi semuanya. Alhamdulillahirabbilalamin, saya senang untuk meneruskan tulisan berseri dengan tema bisikan setan di kantor. Paling tidak kita menjadi tahu dan sadar, perlahan untuk memperbaikinya.


Saya mulai dari kata menunda, menunda salat. Mungkin awalnya ada kesibukan atau karena apapun, itulah awal yang keterusan. Kisahnya  ... 
Dua Arah yang Sama-Sama Licin. 
Jam 11.52. Adzan Dzuhur hampir masuk. Bujang melihat jam.
“Tunggu laporan ini selesai dulu.”
Jam 12.20. Adzan sudah lewat 25 menit.
“Meeting sebentar lagi… nanti saja.”
Di sisi lain, Ahmad sudah berdiri.
“Shalat dulu, Jang?” “Sebentar lagi.”
Beberapa hari kemudian, situasi berbeda.
Jam 12.00. Bujang berdiri cepat. “Mad, saya ke musholla dulu ya.”
Jam 12.50. Ia kembali santai. Ngobrol dulu. Minum dulu. Scroll dulu.
Jam 13.05 baru kembali ke meja.
Lalu berkata: “Baru salat.” Dua arah. Sama-sama tidak seimbang.


Rantai Pertama: Menunda Shalat
Awalnya: “Laporan dulu.”
Lalu: “Deadline lebih penting.”
Lalu: “Allah Maha Pengampun.”
Lalu: Terbiasa menunda.
Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ • الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
“Celaka bagi orang-orang yang shalat, yaitu yang lalai dari shalatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–5)
Lalai bukan berarti tidak shalat. Tapi menunda tanpa alasan syar’i.


Rantai Kedua: Berlindung di Balik Shalat
Awalnya: “Shalat dulu.” Itu baik.
Lalu: “Sekalian istirahat.”
Lalu: “Ngobrol dulu.”
Lalu: “Baru salat, wajar santai.” Waktu habis.
Target turun. Produktivitas jatuh.
Shalat yang seharusnya menguatkan amanah
justru dijadikan alasan untuk melemahkan amanah.
Ini bukan salah shalat. Ini salah kesadaran.


Ahmad Tidak Menghakimi
Suatu siang Ahmad berkata pelan: “Jang, shalat itu menguatkan kerja. Bukan menggantikan kerja.” Bujang terdiam.
Ahmad melanjutkan: “Kalau kita menunda shalat karena kerja,
itu salah prioritas. Kalau kita mengurangi kerja karena shalat,
itu juga salah niat.”
Bujang menarik napas panjang. Selama ini ia berpikir keduanya wajar. Ternyata keduanya bisa jadi bisikan.

Boleh dong merenung sebentar
Ketika Ibadah dan Amanah Dipisahkan
Mari jujur.
Ada yang merasa: “Kerja dulu, nanti shalat.”
Ada yang merasa: “Sudah shalat, jadi boleh santai.”
Padahal Allah tidak memisahkan keduanya.
Kerja adalah amanah. Shalat adalah penguat amanah.
Jika shalat benar, ia justru membuat kerja lebih fokus.
Allah berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
Shalat mencegah keburukan.
Termasuk keburukan dalam integritas kerja.

Sensor Ganda untuk Karyawan Muslim
SENSOR 1
Apakah saya menunda shalat tanpa alasan syar’i?
SENSOR 2
Apakah saya memperpanjang waktu shalat untuk lari dari tugas?
SENSOR 3
Apakah setelah shalat saya lebih fokus atau lebih santai berlebihan?
SENSOR 4
Jika atasan tahu detail waktu saya, apakah saya tetap tenang?

Bahaya yang Tidak Terlihat
Jika shalat ditunda terus-menerus:Hati menjadi berat.
Jika shalat dijadikan alasan santai: Karakter menjadi longgar.
Setan tidak selalu menyuruh meninggalkan shalat.
Kadang ia menyuruh: “Sedikit saja ditunda.”
Atau:
“Sekalian santai saja.”

Diam Sejenak
Pejamkan mata. Dalam satu minggu terakhir:
Apakah Anda pernah menunda shalat karena kerja?
Apakah Anda pernah memperpanjang waktu dengan alasan “baru salat”?
Tidak perlu menyalahkan diri. Cukup sadar.

Just Do It Now
Mulai besok:
✔ Shalat di awal waktu sebisa mungkin.
✔ Batasi waktu di musholla secara proporsional.
✔ Setelah salam terakhir, niatkan:
“Saya kembali bekerja sebagai ibadah.”
Shalat bukan pelarian.
Shalat adalah penguat.

Transformasi Kecil
Hari itu, Bujang berdiri saat adzan.
Ia shalat dengan tenang. Selesai salam, ia langsung kembali.
Tanpa ngobrol panjang. Tanpa scroll.
Ahmad melihatnya dan tersenyum.
“Lebih ringan?” tanya Ahmad.
Bujang mengangguk. “Ternyata kalau shalat tepat dan kerja tepat, dua-duanya terasa benar.”

Insya Allah kita mulai menyadari Keinginan kecil untuk menyelesaikan tugas dulu atau beristirahat lebih lama
Jika tidak disadari → menjadi pembenaran → menjadi kebiasaan
→ menjadi karakter longgar. Padahal shalat dan kerja seharusnya saling menguatkan.
Dengan ini bisa jadi bekal untuk memberdayakan diri untuk lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Terlihat baik di hadapan Atasan

 Semangat pagi semuanya. Menarik sekali saya bisa berbagi keinginan disusupi bisikan setan. Tampil dihadapan bos itu baik karena memang memi...