Menyediakan pelatihan motivasi spiritual, pendampingan, e-book dan konsultasi pemberdayaan diri Islam, WA/CALL 087823659247

e-Book Munir Hsan Basri

e-Book Munir Hsan Basri

Jumat, Februari 20, 2026

Bertahan atau Pergi?

 Semangat pagi semuanya, Insya Allah masih selalu dimampukan berpikir sehat dalam menentukan pilihan hidup. Semanggat kerja itu bukan sekedar gaji, tapi integritas dan kemampuan yang bertumbuh semakin baik. Kali ini tulisan saya jauh ingin mengajak kita memahami kondisi kita dan mengambil keputusan yang bijak. Apapun keputusan itu ... mesti kita hormati dan mempertanggung jawabkannya. Bila perlu koreksi, memang itu yang diperlukan menjadi semakin baik.
 
Cara Mengevaluasi dengan Rasional
Pada tulisan sebelumnya, saya membahas realitas pahit tentang loyalitas yang tak selalu sebanding dengan kesejahteraan.
Sekarang pertanyaannya:


Bagaimana cara memutuskan dengan kepala dingin?
Karena ini bukan hanya soal gaji. Ini soal masa depan hidup.
1. Evaluasi 3 Hal Penting: Finansial, Karier, dan Mental
    A. Aspek Finansial
    Tanyakan dengan jujur:

    • Apakah gaji saya jauh di bawah standar pasar?
    • Apakah perusahaan punya kemampuan realistis untuk menaikkan kompensasi?
    • Apakah saya punya ruang negosiasi?
    Jika perusahaan memang sehat secara finansial tapi tidak                melakukan penyesuaian, itu masalah kebijakan.
    Jika perusahaan memang stagnan dan margin tipis, maka                kemungkinan besar ruang kenaikan sangat kecil.
    B. Aspek Karier
         Renungkan:
    • Apakah saya masih belajar?
    • Apakah skill saya berkembang?
    • Apakah saya punya exposure baru?
    • Apakah posisi saya stuck tanpa arah?
        Jika 5 tahun terakhir tidak ada perkembangan berarti, itu                sinyal serius.
        Karena yang paling berbahaya bukan gaji rendah.
        Tapi skill yang tidak naik level.
    C. Aspek Mental dan Energi Hidup
         Ini sering diabaikan.
        Apakah kamu:
    • Datang kerja tanpa motivasi?
    • Merasa undervalued?
    • Mulai sinis terhadap perusahaan?
    • Merasa “terjebak”?
        Energi mental yang terkuras bertahun-tahun bisa     
        berdampak besar pada kesehatan dan keluarga.


2. Jangan Lupa: Faktor Usia dan Market Value
     Semakin lama bekerja di satu tempat tanpa exposure                        berbeda, semakin sulit berpindah.
     Pasar kerja menilai:

    • Skill aktual.
    • Adaptabilitas.
    • Relevansi pengalaman.
      Bukan lama kerja semata.
      Kalau kamu sudah 10–15 tahun di satu perusahaan tapi skill              stagnan, pindah justru akan semakin sulit jika ditunda.


3. Tes Sederhana: Jika Perusahaan Tutup Besok
    Coba jawab dengan jujur:
    Jika perusahaan ini tutup besok,

    • Apakah saya siap di pasar kerja?
    • Apakah CV saya kompetitif?
    • Apakah saya punya jaringan?
    Jika jawabannya tidak, maka yang perlu dilakukan bukan                    langsung resign — tapi mulai membangun kembali nilai diri.

4. Kapan Bertahan Masih Masuk Akal?
     Bertahan masih rasional jika:

    • Perusahaan punya roadmap pertumbuhan jelas.
    • Ada pembicaraan konkret tentang kenaikan kompensasi.
    • Kamu masih belajar dan berkembang.
    • Lingkungan kerja sehat.
    • Kamu punya strategi internal (misalnya promosi, rotasi, atau proyek baru).
    Jika tidak ada satu pun dari itu, maka bertahan tanpa                        strategi hanyalah memperpanjang stagnasi.
  
Pada tulisan selanjutnya, saya membahas:
  • Jika memilih bertahan, bagaimana caranya agar tetap untung?
  • Jika memilih pindah, bagaimana strategi aman dan elegan?
  • Dan bagaimana menjaga reputasi profesional.
Insya Allah tulisan ini dapat memberi gambaran dalam mengambil keputusan. Tapi singkatnya, kadang ada orang yang sensitif hatinya. Maka saat sudah tidak nyaman dan mengganggu hati, apalagi soal iman ... pilihan terbaik adalah curhat kepada Allah dan cenderung resign. Bagi siapapun jangan kita "mengemis" untuk gaji kita dengan mengorbankan hati, apalgi soal iman. Mampukan diri dan selalu berdayakan diri dengan update wawasan agar mampu memotivasi diri dengan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Strategi Cerdas — Bertahan dengan Nilai atau Pergi dengan Terhormat

Semangat pagi semua, Insya Allah kabarnya baik dan bersemangat. Semangat dapat memberi dorongan kerja yang baik, dimana semangat itu didukun...