Semangat pagi semuanya. Berterima kasihlah kita masih kerja, karena itu adalah kebaikan dari Allah. Oleh sebab itu menjadi pantas kita mempertunjukkan kerja yang produktif. Insya Allah.
Ambisi sering dipandang buruk dalam wacana keagamaan. Padahal tanpa ambisi, tidak ada peradaban. Tidak ada kemajuan. Yang berbahaya bukanlah keinginan untuk naik, tetapi lupa dari mana kita naik dan untuk apa kita berada di atas.
Ketika nafsu karier dikaitkan dengan kebermanfaatan, ia keluar dari
wilayah ego dan masuk ke wilayah ibadah sosial.
Kita Fokuskan hal berikut :
- Ambisi karier, jabatan, dan
penghasilan
- Batas antara ambisi yang halal
dan nafsu yang merusak
- Pergeseran mindset: dari
“memiliki” ke “dipercaya”
Contoh konkret dunia kerja:
- Target, bonus, promosi
- Etika, kejujuran, dan keberkahan
Ambisi yang diarahkan bukan musuh iman. Ia justru ladang ujian kedewasaan jiwa.
Menjadi pantas kita menyiapkan iman dan ilmu agar ambisi, karir dan amanah itu menjadi teman yang bersahabat.
Insya Allah dengan pemahaman di atas, kita menjadi semakin bertumbuh lebih baik. Pemberdayaan diri menjadi kunci yang mesti kita lakukan agar iman dan kerja itu berbarengan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar