Semangat pagi semuanya. Insya Allah sehat ya, dan dengan pertolongan Allah kita dapat mengerjakan aktivitas baik setiap hari. Aktivitas baik awal dan perjalanan menuju amanah besar dari Allah yang telah mengizinkan kita bekerja hari ini.
Kalau keinginan itu kita anggap sebagai persoalan (soal), seperti sewaktu kita sekolah atau kuliah selalu ada soal, soal yang dibuat guru atau dosen itu pasti ada jawabannya. Tapi bagi murid atau mahasiswa, soal itu disebut susah dan tidak mungkin. Apa yang kita lakukan ? Kita mesti menjawab soal itu, jawaban inilah yang menentukan kualitas kita. Kualitas yang bergantung ilmu dan pengalaman yang kita miliki. Ada yang menjawab hanya dengan jawaban ringan,"susah". Inilah yang tidak boleh kita teladani. Karena jawaban ini adalah reaktif, dan memiliki kecenderungan tidak bener. Atau ada yang menjawabnya dengan cara curang (tindakan tidak baik), maka langsung menghasilkan Tidak lulus. Begitu juga dengan keinginan, selalu ada kemungkinan menjawabnya dengan tindakan tidak baik. Mau sukses ? Kok dengan cara nggak bener. Tindakan kecil yang bertumbuh mampu mengantarkan kita sukses.
Oleh sebab itu, setiap ada keinginan. Temukan terlebih dahulu apa dibalik keinginan itu. Lalu beri penilaian dari alasan di balik keinginan itu. Banyak keinginan itu mulia, tapi alasannya aja yang tidak mulia. Misalkan mau sejahtera, alasannya bosen hidup miskin atau ingin dilihat orang sekitar. Hati-hati dengan alasan-alasan di balik keinginan kita, Alasan yang tidak mulia bisa menentukan cara kita mewujudkannya. Terus, berarti keinginan itu tidak baik dong ? Disinilah kita mesti tenang, memberi ruang kepada pikiran sehat untuk menganalisa keinginan dan alasannya. Mau sejahtera, boleh dong kita luruskan alasannnya sebagai rasa syukur. Rasa syukur itu membuat kita mewujudkannya dengan cara yang bener. kalau begini, keinginan itu menjadi baik karena alasannya pun baik.
Kuncinya adalah diri kitanya yang tenang menyikapi setiap keinginan. Kalau tidak tenang, membuat kita tidak mampu berpikir sehat. Disinilah "setan" selalu menggoda dengan rayuannya. Keinginan itu bisa kok diraih dengan cara curang, cara curang ini terlihat jalan pintas yang mesti dilakukan. Ditampakkan semua itu "bener" karena semua orang melakukannya juga begitu. "Zaman sekarang mau jadi orang jujur, mana mungkin". Sederhana godaan setan ini, tapi menyesatkan. Emangnya setelah sejahtera kita nggak tahu nantinya pasti mati, mati begitu aja ? Pasti nggak lah, mesti ada tanggung jawab sama pemilik diri kita. Oleh sebab itu, kita mesti berhati-hati dan waspada dengan semua "bisikan" ini.
Agar keinginan itu menjadi bernilai, setelah kita sadar dan berpikir secara logik. Perlu untuk self talk yang didasari iman, untuk menemukan apa dibalik keinginan itu. Apakah mesti diikutin sekarang atau menundanya dulu atau menyikapinya dengan cara yang benar dan mengerjakannya dengan makna ?? Renungkan dan pahami bagaimana keinginan selama ini disikapi ? Apapun sikap dan cara menyikapinya ... salah atau benar. Yang penting sekarang kita sadar dan tahu cara yang bener. Mulailah bertumbuh menjadi semakin baik.
Insya Allah tulisan membuat kita mengambil hikmah dan dapat menjadi inspirasi untuk memberdayakan diri untuk semakin baik. Niat dan cara yang baik adalah jawaban yang bener untuk naik kelas. Dan sejalan dengan pemilik dunia ini dan alam semesta yang mendukung.







