Menyediakan pelatihan motivasi spiritual, pendampingan, e-book dan konsultasi pemberdayaan diri Islam, WA/CALL 087823659247

e-Book Munir Hsan Basri

e-Book Munir Hsan Basri

Rabu, Februari 25, 2026

Aku berlindung kepada Allah dari bisikan setan

 Semangat pagi semuanya, Saya semakin bersemangat membahas iman dan kerja. Kali ini saya ingin membuat tulisan "berlindung kepada Allah dari godaan setan". Pasti beberapa orang cenderung hanya tentang agama, dan tak ada kaitan dengan kerja di perusahaan. Alangkah baiknya ikuti saja tulisan ini yang berseri 1 sampai 17.  Saya mulai dari tulisan berikut ini sebagai awal. Insya Allah bermanfaat dan menginspirasi.

Tadi saya hanya ingin memahami makna dari kajian tentang berlindung kepada Allah atas setan. Dan saya tertarik menulis tentang "langkah setan" dalam kerja, apa itu ? Tapi tulis pada artikel berikutnya berturut. Yang pertama saya menggali apa makna di balik judul di atas.

Ada pertanyaan dalam diri saya dan mungkin Anda. Pertama mengapa kita mesti berlindung kepada Allah terhadap setan ??? Apakah setan berbahaya, seberapa berbahayanya dan apa yang dilakukan setan kepada manusia ??? Apakah bisikan setan itu telah menjadi sesuatu dalam pikiran bawah sadar saya yang setiap saat siap muncul untuk mengajak manusia kepada keindahan yang semu ? Untuk menjawab itu semua dan pertanyaan lain, saya mulai menggali dan menganalisanya.


Mengapa kita mesti berlindung kepada Allah dari setan?

Kalau bahasa sayanya, kok kita berlindung ? Yang pasti setan itu tidak seperti musuh nyata dalam hidup. Mau dilawan juga nggak bisa secara nyata, karena memang setan tidak nampak. Tapi nyata dari apa yang dilakukannya. Urusan non fisik, memang sebaiknya kita berlindung sama Allah, mau siapa lagi ? Untuk apa berlindung agar kita tidak terjerumus oleh langkah setan.

Karena : 

  • Setan adalah musuh yang nyata, tapi tidak terlihat. “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” (QS. Fathir: 6)
  • Ia tidak pernah berhenti bekerja. Sejak Nabi Adam عليه السلام, ia bersumpah untuk menyesatkan manusia.
  • Manusia tidak mampu melawan sendirian, karena setan bekerja di wilayah yang tidak terlihat: hati, pikiran, emosi.
  • Berlindung (isti’adzah) itu bukan formalitas. Itu pengakuan bahwa: “Ya Allah, aku lemah. Engkaulah pelindungku.”
  • Dan justru di situlah kekuatan seorang hamba.

    Dan teakhir sebagai orang beriman, berlindung kepada Allah itu     juga sebagai perintah. Jadi nggak salah kita berlindung kepada     Allah. Karena hanya Allah yang mampu mengatasinya dan kita        mesti menbentengi dengan iman yang kuat.

Apakah setan berbahaya? Seberapa berbahaya?
Sangat berbahaya, tapi bukan karena kekuatan fisiknya. Setan tidak bisa memaksa manusia.
Setan hanya bisa:

  • Membisikkan (waswas)
  • Menghiasi keburukan agar tampak indah
  • Menunda kebaikan
  • Membuat dosa terlihat ringan
  • Membuat kebaikan terasa berat

Bahaya setan itu halus dan bertahap kepada pikiran, emosi kita dan pikiran bawah sadar. Tidak membuat kita takut secara fisik, tapi membuat rasa takut dalam pikiran.
Ia tidak berkata: “Tinggalkan shalat sekarang juga.”
Berikut ini langkah setan dengan melakukan kepada pikiran kita, seperti Ia berkata:
  • “Nanti saja…”
  • “Kamu capek…”
  • “Allah Maha Pengampun…”
  • “Semua orang juga begitu…”
Pernah mengalaminya ? Pasti pernah mengalaminya. Inilah peran setan yang berbahaya. Dia hanya membisikkan dan pilihan ada di kita dan tidak bertanggung jawab lagi atas pilihan kita. Bahayakan bisikan itu menjadi kuat dan yang berujung kepada jauh dari Allah. Dan pelan-pelan hati menjadi tumpul dan tertutup.

Apa yang dilakukan setan kepada manusia?
Al-Qur’an menggambarkan beberapa strategi setan:
1. Tazyin (menghias keburukan)
    Dosa dibuat terlihat:
  • Rasional
  • Modern (update)
  • Wajar
  • Bahkan terasa indah
2. Taswif (menunda)
    “Nanti taubat saja.”
    “Nanti berubah.”
3. Takhwif (menakut-nakuti)
    Kalau sedekah → “Nanti miskin.”
    Kalau jujur → “Nanti rugi.”
4. Tafriq (memecah belah)
    Merusak hubungan, menanam prasangka.
    Setan menyerang dari semua sisi:
    “Aku akan mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan,            dan kiri…” (QS. Al-A’raf: 17)
Bagaimana setelah tahu ini semua ? Bisa jadi kita hanya ingin mengatakan " iya ya" atau "oh gitu ya". Jangan dengan pemahaman ini kita hanya menganggap itu lintasan pikiran saya aja. Dengan mengenal peran dan perilaku setan, tentu ingin melawannya. Melawannya hanya dengan menguatkan iman dan berlindung kepada Allah.

Apakah bisikan setan masuk ke bawah sadar?
Ini pertanyaan yang sangat dalam.
Secara spiritual:
  • Setan membisikkan ke qalb (hati).
  • Jika sering diterima, bisikan itu menjadi kebiasaan berpikir.
  • Kebiasaan berpikir lama-lama menjadi pola otomatis.
Secara psikologis:
  • Pikiran yang sering diulang akan membentuk “jalur mental”.
  • Lama-lama muncul otomatis tanpa kita sadari.
  • Seolah itu suara diri sendiri.
Jadi benar — bisikan yang terus diterima bisa menjadi “suara batin” yang terasa alami.
Namun penting untuk dipahami:
Tidak semua pikiran buruk adalah setan.
Kadang itu hawa nafsu.
Kadang luka batin.
Kadang kebiasaan lama.
Setan hanya memicu. Nafsu yang menjalankan.

Apakah setan mengajak pada keindahan semu?
Jawabannya "Ya". Setan tidak pernah menawarkan keburukan dalam bentuk aslinya.
Ia membungkusnya dengan:
  • Kenikmatan
  • Kebebasan
  • Kesuksesan
  • Cinta
  • Pembelaan diri
  • “Self-care” yang salah arah
Padahal ujungnya:
  • Gelisah
  • Kosong
  • Jauh dari Allah
Kenikmatan itu cepat, tapi meninggalkan kegelapan. Semakin jelas kan perilaku setan yang sesungguhnya dan telah merasuki dalam diri kita. Sadar ? Nggak terlambat sih. Sadar dan action baik dong (amal saleh).

Tapi ada kabar baik 
Setan itu:
  • Tidak punya kuasa memaksa.
  • Lemah terhadap dzikir.
  • Lari dari ayat Kursi.
  • Melemah saat kita sadar dan waspada.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76)
Yang membuatnya kuat adalah:
  • Kelalaian
  • Hati yang kosong dari dzikir
  • Nafsu yang dibiarkan
Ini menjadi perhatian kita agar terhindar dari mengikuti langkah setan. Kita mesti fokus sadar kepada Allah, ibadah dan amal saleh, kerja dengan kesadaran kepada Allah, dan mampu mengendalikan emosi kita. Insya Allah langkah ini, jika kita beriman ... ini menjadi semakin baik imannya. Dan langkah ini untuk menjadikan setan tidak dekat dengan kita.

Bagaimana agar bisikan itu tidak menguasai bawah sadar?
Pertanyaan ini hadir karena selama ini siapa lagi yang membisikkan kita 24 jam. memang setan kerja 24 jam ? Bisa jadi setan sudah membentuk bisikan dalam pikiran bawah sadar yang bekerja otomatis saat kita tidak sadar. 
Beberapa langkah yang sangat praktis:
1. Perbanyak isti’adzah dengan kesadaran (bukan otomatis).
2. Dzikir pagi-sore.
3. Sadari pikiran — jangan langsung dipercaya.
4. Ganti pola pikir buruk dengan ayat atau doa.
5. Jaga lingkungan dan konten yang masuk ke indera.
Karena pikiran itu seperti ladang:
Jika tidak ditanami kebenaran, maka Ia ditumbuhi ilusi.

Mengapa kita harus berlindung kepada Allah dari setan?
Perintah langsung dari Al-Qur’an
Allah berfirman:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila engkau membaca Al-Qur’an, maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
(QS. An-Nahl: 98)

Artinya: bahkan sebelum membaca Al-Qur’an pun kita diperintahkan untuk berlindung. Ini menunjukkan ancaman setan itu nyata dan serius.

🔹 Setan adalah musuh yang jelas
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.”
(QS. Fathir: 6)

Allah sendiri yang menegaskan permusuhan itu. Maka berlindung adalah bentuk kewaspadaan.

Seberapa berbahaya setan?
Setan tidak bisa memaksa, tetapi ia menipu dan menyesatkan.
Strategi setan disebut dalam Al-Qur’an:
Setan bersumpah akan menyesatkan manusia
لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“Sungguh aku akan menyesatkan mereka semuanya.”
(QS. Shad: 82)

Setan mendatangi dari segala arah
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ
“Aku akan mendatangi mereka dari depan, belakang, kanan, dan kiri mereka.”
(QS. Al-A’raf: 17)
Ini menunjukkan serangannya sistematis dan menyeluruh.

Apa yang dilakukan setan kepada manusia?
🔹 1. Membisikkan (Waswas)
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
“Dari kejahatan (setan) yang membisikkan dan bersembunyi.”
(QS. An-Nas: 4)
    Kata al-khannas berarti ia mundur ketika disebut nama Allah.        Ini luar biasa — dzikir melemahkannya.

🔹 2. Menghias keburukan agar tampak indah
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ
“Setan menghiasi bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka.”
(QS. Al-Anfal: 48)

        Dosa tidak datang dengan wajah menyeramkan. Ia datang                dengan wajah “indah”.

🔹 3. Menakut-nakuti
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan…”
(QS. Al-Baqarah: 268)
        Misalnya ketika hendak sedekah.

Apakah bisikan setan masuk ke dalam pikiran bawah sadar?
Al-Qur’an menyebutkan bahwa bisikan itu masuk ke dalam dada manusia:
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
“Yang membisikkan ke dalam dada manusia.”
(QS. An-Nas: 5)
Kata “ṣudūr” (dada) menunjukkan wilayah batin — pusat perasaan dan pikiran.
Jika bisikan itu sering diterima dan tidak dilawan, ia bisa menjadi:
  • Kebiasaan berpikir
  • Pola otomatis
  • Seolah suara diri sendiri
Namun ingat:
Setan hanya membisikkan. Yang memutuskan tetap manusia.

Hadis tentang bisikan setan
Setan mengalir seperti darah
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Sesungguhnya setan mengalir dalam diri anak Adam seperti aliran darah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Artinya: pengaruhnya sangat dekat dan halus.

Bisikan dalam pikiran
Para sahabat pernah mengadu tentang pikiran buruk yang muncul dalam hati mereka.
Rasulullah ﷺ bertanya: “Apakah kalian benar-benar merasakannya?” Mereka menjawab: “Ya.”
Beliau bersabda:
ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ
“Itu tanda keimanan yang jelas.”
(HR. Muslim)
Kenapa?
Karena merasa terganggu oleh pikiran buruk berarti hati masih hidup.

Tapi Allah juga memberi kabar menenangkan 
🔹 Setan tidak punya kuasa atas orang beriman
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya ia tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal.”
(QS. An-Nahl: 99)
🔹 Tipu dayanya lemah
إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
“Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”
(QS. An-Nisa: 76)

Bagaimana melindungi diri (dalilnya juga jelas)
1. Membaca Ayat Kursi
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Barangsiapa membaca Ayat Kursi pada malam hari, maka Allah     akan menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya sampai        pagi.” (HR. Bukhari)
2. Dzikir pagi dan sore
    Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya.
3. Membaca Al-Mu’awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas)
    Beliau membacanya sebelum tidur (HR. Bukhari).

Tulisan ini menjadi dasar saya menulis berikutnya tentang bisikan setan saat bekerja. Oke, berikut ini adalah Kesimpulan spiritual yang sangat penting
✔ Setan itu nyata dan berbahaya.
✔ Ia bekerja melalui bisikan dan ilusi.
✔ Ia menghias keburukan menjadi indah.
✔ Ia masuk melalui pikiran dan hati.
✔ Tapi ia lemah terhadap dzikir dan tawakal.
Dan yang paling menenangkan:
Setan tidak bisa menguasai hati yang sadar dan bergantung kepada Allah.
Percaya nggak setan nggak jauh dari kita, dia menjadi temen saat kita lalai kepada Allah. Nyata dalam tindakan kita sehari-hari, nggak percaya ? Segera ikuti lanjutan tulisan berikut ini 

Insya Allah kita mendapatkan pemahaman yang bener sehingga setan adalah musuh BUKAN sekedar lisan saja kita berucap aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dan memahami setan itu adalah musuh nyata, tapi kita bener-bener memaknai ucapan kita dan mempersiapkan segalanya. 
Sahabatmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured post

Gaji Nggak Cukup

Semangat pagi semuanya, tak terasa saya memulai tulisan bisikan setan di kantor. Mungkin kita selama ini tidak merasa, tapi ada dan nyata. S...